Kolam terpal menjadi pilihan populer budidaya ikan karena murah, cepat dibangun, dan mudah dikontrol. Namun, kualitas hasil panen sangat ditentukan oleh perawatan harian yang konsisten. Tanpa ceklis rutin, aerasi bisa mati diam-diam, pH melonjak, atau amonia menumpuk sebelum gejala terlihat pada ikan. Berikut panduan praktis yang bisa ditempel di dekat kolam.
1. Cek Fisik Rangka, Terpal, dan Aerasi
Mulai pagi hari sebelum pemberian pakan. Periksa rangka kayu atau besi apakah ada sambungan longgar, terutama setelah hujan atau angin kencang. Pada kolam terpal bundar diameter 3 meter, pastikan ketinggian air terjaga 80–100 cm agar tekanan dinding merata dan terpal tidak melipat.
- Raba permukaan terpal: cari kebocoran halus, lipatan tajam, atau bagian yang mengeras akibat sinar matahari.
- Cek aerasi: pastikan gelembung keluar merata. Untuk kolam 3 meter, gunakan 1–2 titik aerator dengan daya 20–40 watt. Aerator harus menyala 24 jam, terutama pukul 22.00–05.00 saat oksigen terendah.
- Bersihkan batu aerator dari lumut setiap 2–3 hari agar aliran udara tidak tersumbat.
- Periksa pompa dan selang: cabut, bilas, lalu pasang kembali bila ada endapan kotoran.
2. Manajemen Air dan Parameter Harian
Lakukan pengukuran air setiap pagi dan sore, terutama pada kolam intensif padat tebar tinggi. Angka acuan yang aman untuk ikan nila, lele, atau mas: pH 6,5–8,5, suhu 26–30°C, oksigen terlarut minimal 4 mg/L, dan amonia di bawah 0,5 mg/L.
- Ukur pH dan suhu dengan pH meter atau test kit. Jika pH turun di bawah 6, tambahkan kapur dolomit 10–20 gram per meter kubik air, lalu ukur lagi setelah 6 jam.
- Amonia tinggi ditandai air berbau menyengat dan ikan menggantung di permukaan. Ganti air 20–30% volume, tambahkan probiotik 5 ml/m³, dan hentikan pakan 1 hari.
- Ganti air maksimal 30% per hari agar suhu dan pH tidak berfluktuasi drastis. Sumber air sebaiknya diendapkan dulu di tandon.
- Warna air ideal hijau kecokelatan cerah. Jika hijau pekat seperti bubur, kurangi pakan dan tambah aerasi.
3. Pakan, Sisa Metabolit, dan Sanitasi
Beri pakan 2–3 kali sehari dengan dosis 3–5% bobot biomassa, lalu kurangi bila air mulai keruh. Sisa pakan adalah sumber utama amonia, jadi jangan pernah menumpuk pakan di satu titik.
- Angkat sisa pakan dan kotoran yang mengapung dengan serokan setiap sore.
- Sifon dasar kolam 2–3 kali seminggu untuk membuang endapan organik.
- Bersihkan dinding terpal dari lumut tebal dengan sikat lembut, tapi sisakan lapisan biofilm tipis sebagai filter alami.
- Catat semua temuan di buku harian: suhu, pH, jumlah pakan, dan perilaku ikan. Data ini mempercepat deteksi masalah.
Perawatan harian kolam terpal bukan pekerjaan berat, tetapi menuntut kedisiplinan. Cukup 15–20 menit pagi dan sore untuk mengecek rangka, aerasi, air, dan pakan. Dengan ceklis sederhana ini, risiko kematian massal akibat oksigen rendah atau amonia tinggi bisa ditekan, dan panen lebih stabil.