Ikan yang dipelihara di kolam terpal tetap rentan terhadap penyakit, terutama ketika kualitas air tidak stabil dan kepadatan tebar terlalu tinggi. Serangan penyakit biasanya muncul mendadak dan bisa mematikan hingga 80% populasi dalam beberapa hari jika tidak ditangani. Karena itu, pencegahan berbasis manajemen air, aerasi, dan sanitasi jauh lebih efektif daripada pengobatan setelah ikan terlanjur sakit.

Penyakit yang Paling Sering Menyerang

Beberapa penyakit berikut hampir selalu muncul di kolam terpal, baik untuk lele, nila, maupun gurame:

  • Jamur Saprolegnia: ditandai bercak putih seperti kapas pada kulit dan sirip. Dipicu suhu air rendah (di bawah 25°C) dan luka akibat penanganan kasar saat sortir.
  • Bakteri Aeromonas (MAS): muncul luka merah, perut bengkak, dan sirip rusak. Berkembang cepat saat amonia tinggi di atas 0,5 mg/L.
  • White Spot (Ichthyophthirius): bintik putih sebesar garam pada tubuh ikan. Mewabah saat fluktuasi suhu air lebih dari 3°C dalam sehari.
  • Gill Rot (busuk insang): insang pucat, rusak, dan ikan sering mengapung di permukaan. Sering terjadi karena aerasi lemah dan bahan organik menumpuk di dasar.

Pencegahan Lewat Kualitas Air dan Aerasi

Parameter air yang wajib dijaga

Cek rutin setiap 3 hari dengan test kit sederhana. Rentang aman untuk budidaya ikan konsumsi:

  • pH: 6,8–8,0. Jika turun di bawah 6,5, tambahkan 10–20 g kapur dolomit per 100 liter air.
  • Suhu: 27–30°C. Hindari fluktuasi lebih dari 2°C antara siang dan malam.
  • Amonia: maksimal 0,1 mg/L. Jika melebihi 0,5 mg/L, lakukan ganti air 30% dan tambahkan probiotik 5 mL/m³.
  • DO (oksigen terlarut): minimal 4 mg/L. Pasang aerator 24 jam dengan minimal 1 titik per 2 m² kolam.

Aerasi dan sirkulasi

Aerasi bukan hanya soal oksigen, tetapi juga mencegah stratifikasi air yang memicu pertumbuhan bakteri patogen di dasar kolam. Gunakan blower atau pompa udara berdaya 40–60 watt untuk kolam 3x4 meter, dan pastikan batu aerator tersebar merata, bukan menumpuk di satu sudut. Bersihkan pipa dan batu aerator tiap dua minggu karena lendir bisa menyumbat aliran udara.

Langkah Pencegahan Harian yang Konkret

  • Sanitasi kolam: keringkan terpal 1–2 hari sebelum tebar benih, lalu bilas dengan larutan PK 2 g/100 L air.
  • Karantina benih: rendam benih dalam air garam 5 g/L selama 5 menit sebelum ditebar.
  • Padat tebar wajar: lele 100–150 ekor/m³, nila 30–50 ekor/m³. Jangan menambah hanya karena kolam terlihat longgar.
  • Pakan: beri pelet 3% dari biomassa per hari, dibagi 2–3 kali. Sisa pakan adalah sumber amonia terbesar.
  • Probiotik: tambahkan Bacillus subtilis 5–10 mL/m³ setiap 5 hari untuk menekan bakteri patogen.
  • Pengamatan harian: periksa ikan saat memberi pakan. Nafsu makan turun adalah sinyal pertama penyakit.

Kunci budidaya kolam terpal yang sehat bukan pada obat mahal, melainkan pada rutinitas: aerasi stabil, air bersih, kepadatan terkontrol, dan benih yang dikarantina. Dengan disiplin menjaga parameter air dan mencatat perubahan setiap hari, risiko penyakit bisa ditekan hingga minimum, dan panen lebih terjamin.