Suhu air yang melonjak saat musim kemarau sering menjadi penyebab utama stres pada ikan budidaya, mulai dari nafsu makan turun hingga munculnya penyakit. Pada kolam terpal, fluktuasi ini lebih terasa karena volume air relatif terbatas dan dinding terpal menyerap panas dengan cepat. Padahal, menjaga suhu air tetap stabil di kisaran 27–30°C sangat menentukan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan.

Kenali Ambang Batas Suhu dan Dampaknya

Ikan air tawar seperti lele masih toleran hingga 32°C, tetapi nila dan mas mulai tertekan di atas 31°C. Saat suhu melewati 33°C, kadar oksigen terlarut bisa turun hingga di bawah 3 mg/L, sementara konsumsi oksigen ikan justru meningkat. Kondisi ini mempercepat munculnya gas beracun seperti amonia dan memperbesar risiko kematian massal, terutama pada kolam terpal berukuran kecil.

Langkah Praktis Menjaga Suhu Air

1. Atur Kedalaman dan Naungan

  • Pertahankan kedalaman air minimal 80–100 cm; air yang lebih tebal lebih lambat panas.
  • Pasang paranet dengan kerapatan 50–70% sekitar 1–1,5 meter di atas permukaan kolam.
  • Tanam tanaman rambat seperti kacang panjang di sisi kolam sebagai peneduh alami tanpa menghalangi sirkulasi udara.

2. Optimalkan Aerasi pada Waktu Tepat

  • Nyalakan aerator atau pompa pada pukul 21.00–06.00 saat suhu turun, bukan di siang hari.
  • Tambahkan batu aerasi 2–3 titik per 10 m² kolam agar oksigen tersebar merata.
  • Hindari memindahkan ikan pada pukul 11.00–15.00 untuk mengurangi stres termal.

3. Kelola Air dan Tambahan Peneduh

  • Lakukan penambahan air (topping up) 5–10% volume kolam setiap 2–3 hari, sebaiknya pada pagi atau malam hari.
  • Ganti air sebagian maksimal 30% per sesi; hindari pergantian total yang membuat suhu anjlok mendadak.
  • Taburkan garam ikan 1–2 gram per liter hanya bila ikan menunjukkan gejala stres, lalu amati responnya.
  • Gunakan daun kelor atau eceng gondok terapung tidak lebih dari 20% luas permukaan untuk menyerap panas sekaligus meneduhkan.

Pantau Kualitas Air Pendukung

Periksa suhu, pH (ideal 6,5–8,0), dan oksigen terlarut dua kali sehari menggunakan termometer dan DO meter sederhana. Jika suhu terus melewati 32°C meski sudah dinaungi, pertimbangkan memindahkan sebagian ikan ke kolam cadangan atau menambah ketinggian air hingga 120 cm. Catat setiap perubahan agar pola fluktuasi harian dapat diprediksi dan langkah antisipasi berikutnya lebih tepat.

Menjaga suhu air kolam terpal saat kemarau bukan soal satu trik, melainkan kombinasi kedalaman, peneduh, aerasi yang terjadwal, dan manajemen air yang disiplin. Dengan pemantauan rutin dan penyesuaian sederhana, ikan tetap nyaman, nafsu makan stabil, dan panen tidak harus tertunda karena cuaca ekstrem.