Air kolam terpal yang berbau menyengat dan tampak keruh adalah sinyal ketidakseimbangan biologis, bukan sekadar masalah estetika. Bau busuk umumnya berasal dari akumulasi amonia, hidrogen sulfida, dan sisa pakan yang membusuk di dasar kolam. Jika dibiarkan, kondisi ini menurunkan kadar oksigen terlarut dan memicu stres hingga kematian massal pada ikan.
Kenali Penyebab Sebelum Mengobati
Sebelum menambah probiotik atau mengganti air, pastikan sumber masalahnya. Tiga penyebab utama yang paling sering ditemui di kolam terpal:
- Penumpukan bahan organik: sisa pakan dan feses yang tidak tersifon mengendap dan membusuk anaerob, menghasilkan gas H2S berbau telur busuk.
- Aerasi minim: oksigen rendah membuat bakteri anaerob mendominasi, air cepat keruh dan berwarna kehitaman.
- Overfeeding: pakan berlebih adalah sumber amonia terbesar; kadar amonia di atas 0,5 ppm sudah berbahaya bagi ikan.
Langkah Konkret Mengatasi Air Berbau dan Keruh
1. Sifon dasar dan ganti air bertahap
Sedot lumpur di dasar kolam dengan selang sifon, lalu ganti air 20–30% volume total. Hindari mengganti 100% air sekaligus karena memicu shock suhu dan pH pada ikan. Lakukan dua hari sekali hingga bau berkurang.
2. Perbaiki aerasi
Nyalakan aerator atau blower 24 jam nonstop. Untuk kolam terpal 2x3 meter dengan kedalaman 1 meter, minimal gunakan 2 titik batu aerasi berukuran 10 cm. Aerasi yang cukup mendorong bakteri aerob mengurai amonia menjadi nitrat yang tidak berbau.
3. Tambahkan probiotik dan molase
Dosiskan bakteri pengurai seperti Bacillus subtilis atau EM4 pertanian sebanyak 5–10 ml per meter kubik air, dicampur 1 sendok makan molase (tetes tebu). Larutkan dalam air kolam, lalu tebar merata pada malam hari. Ulangi setiap 3–5 hari sampai air kembali jernih kehijauan stabil.
4. Kendalikan pakan
Kurangi pakan 30–50% selama masa perbaikan. Beri pakan hanya jika ikan aktif mengejar, dan pastikan habis dalam 5 menit. Pakan yang mengapung lebih dari 10 menit sebaiknya langsung diangkat.
5. Tambah tanaman atau filter sederhana
Tanaman seperti kangkung air, azolla, atau eceng gondok di sudut kolam membantu menyerap nitrogen berlebih. Untuk hasil lebih stabil, pasang filter bio sederhana berisi bioball dan spons yang dialirkan dengan pompa kecil berdaya 20–40 watt.
Kapan Harus Reset Total?
Jika setelah 7–10 hari perbaikan air masih hitam pekat, berbau menyengat, dan pH turun di bawah 6, lakukan reset total: pindahkan ikan ke penampungan sementara dengan aerasi, kuras kolam, jemur terpal 1–2 hari, lalu isi ulang dan lakukan proses pengendapan air (cycling) minimal 5 hari sebelum ikan ditebar kembali.
Air kolam terpal yang sehat tidak harus bening total—yang penting tidak berbau dan stabil parameternya. Rutin menyifon dasar, menjaga aerasi, memberi probiotik sesuai dosis, dan mengontrol pakan adalah empat kebiasaan yang mencegah masalah ini muncul kembali. Kunci budidaya kolam terpal bukan pada pengobatan mendadak, melainkan pada manajemen air yang konsisten setiap hari.