Kolam terpal kini jadi pilihan favorit pembudidaya ikan karena biaya murah dan bisa dibangun di lahan sempit. Sayangnya, banyak pemula gagal panen bukan karena ikannya sakit, melainkan karena kesalahan teknis sejak awal pembuatan. Berikut kesalahan umum yang sering terjadi dan cara memperbaikinya.
1. Alas dan Rangka yang Tidak Kokoh
Kesalahan paling fatal adalah tidak memberi alas pelindung sebelum terpal digelar. Tanah, kerikil, atau akar tajam akan menusuk terpal dalam hitungan minggu. Solusinya, hamparan pertama gunakan karung, karpet bekas, atau jerami setebal 3–5 cm, baru terpal di atasnya.
Untuk rangka, gunakan kayu atau bambu ukuran minimal 5x7 cm dengan penopang tiap 1 meter. Jika kolam persegi berukuran 3x4 meter, minimal ada 8 tiang pancang agar dinding terpal tidak melengkung. Terpal yang kendur mudah tergores rangka saat air bergerak.
- Gunakan terpal plastik tipe A3 atau tipe 05, minimal ketebalan 0,5 mm.
- Buat tinggi dinding 80–100 cm, isi air maksimal 60–70 cm.
- Lipat sisa terpal ke luar dan jepit dengan bambu agar tidak masuk air.
2. Aerasi dan Sirkulasi yang Diabaikan
Banyak yang mengira kolam terpal tidak butuh aerator. Padahal tanpa oksigen cukup, ikan lele atau nila bisa mengapung di permukaan pada dini hari. Pasang aerator 20–40 watt untuk kolam 3x4 meter, nyalakan minimal 12 jam, terutama pukul 22.00–06.00 saat oksigen terendah.
Untuk kolam besar di atas 10 meter kubik, gunakan blower dengan pipa berlubang di dasar. Sebar lubang tiap 50 cm agar gelembung merata, jangan hanya di satu sudut karena arus bisa memutar kotoran ke satu titik.
3. Manajemen Air yang Salah Kaprah
Kesalahan berikutnya adalah mengganti air 100% saat kolam keruh. Ini membuat ikan stres dan pH berubah drastis. Cukup buang 20–30% air, lalu tambah air baru yang sudah diendapkan minimal 24 jam.
- Ukur pH tiap 3 hari, jaga di angka 6,5–8,0. Jika terlalu asam, tambah dolomit 10–20 gram per meter kubik.
- Probiotik EM4 dosis 5 ml per meter kubik diberikan tiap 7–10 hari untuk mengurai amonia.
- Cek suhu air, idealnya 26–30 derajat Celsius. Jika terlalu panas, tambah peneduh paranet 60%.
Jangan lupa lakukan pengurasan total setiap 2–3 siklus panen, disertai penjemuran dasar kolam untuk membunuh bakteri patogen.
Kesimpulannya, kolam terpal yang berhasil bukan yang paling mahal, tetapi yang paling teliti pada alas, rangka, aerasi, dan kualitas air. Perbaiki empat hal ini sejak awal, dan risiko gagal panen bisa ditekan drastis.