Pakan menyerap 60–70% biaya operasional budidaya ikan di kolam terpal. Tanpa manajemen pemberian pakan yang disiplin, keuntungan bisa habis hanya untuk membeli pelet. Berikut cara mengatur pakan agar konsumsi efisien, pertumbuhan tetap optimal, dan air kolam tidak cepat rusak.
Hitung Kebutuhan Pakan Berdasarkan Bobot Biomassa
Jangan memberi pakan berdasarkan perkiraan. Timbang sampel ikan setiap 7–10 hari, lalu kalikan dengan jumlah tebaran untuk mendapat biomassa total. Feeding rate harian untuk ikan nila dan lele berkisar 3–5% dari biomassa pada fase pembesaran, dan turun menjadi 2–3% saat ikan mendekati ukuran panen.
- Biomassa 100 kg, feeding rate 4% = 2 kg pakan per hari.
- Bagi menjadi 3–4 kali pemberian: pagi, siang, sore, dan malam untuk lele.
- Kurangi 20–30% saat hujan deras atau suhu air di bawah 26°C karena nafsu makan ikan menurun.
Teknik Pemberian agar Pakan Tidak Terbuang
Pakan yang tenggelam dan tidak termakan akan mengendap, membusuk, dan memicu lonjakan amonia. Gunakan metode pemberian sedikit demi sedikit hingga ikan berhenti mengejar pelet di permukaan. Waktu ideal sekali pemberian adalah 10–15 menit.
Aturan praktis di lapangan
- Sebar pakan di 3–5 titik agar tidak terjadi rebutan dan ikan kecil tetap kebagian.
- Hentikan pemberian jika sisa pelet masih terlihat di dasar kolam saat pengecekan.
- Gunakan pellet apung untuk memudahkan kontrol konsumsi, kecuali untuk lele yang cenderung menyambar di dasar.
- Catat jumlah pakan harian di buku log, termasuk tanggal, biomassa, dan cuaca.
Jaga Kualitas Air agar Pakan Tercerna Efisien
Pakan mahal hanya akan terbuang jika kualitas air buruk. Ikan stres, nafsu makan turun, dan konversi pakan (FCR) memburuk. Jaga parameter berikut dengan rutin:
- pH 6,5–8,0; amonia di bawah 0,1 mg/L; nitrit di bawah 0,5 mg/L.
- Ganti air 10–20% setiap 3–5 hari, tergantung kepadatan tebar.
- Nyalakan aerasi 24 jam, terutama malam hari, untuk menjaga oksigen terlarut di atas 4 mg/L.
- Tambahkan probiotik (Bacillus sp.) dosis 1–2 mL/m³ setiap 5–7 hari untuk membantu penguraian sisa pakan.
Kolam terpal yang keruh pekat atau berbau busuk adalah tanda pakan berlebih. Kurangi dosis, perbaiki aerasi, dan lakukan siphon dasar kolam.
Strategi Menghemat Biaya Pakan
- Campur pelet komersial dengan pakan alternatif fermentasi (dedak, ampas tahu, azolla) maksimal 30% dari total pakan.
- Simpan pakan di tempat kering dan tertutup; pakan berjamur merusak hati ikan dan memboroskan biaya.
- Panen parsial saat ikan mencapai ukuran pasar untuk menurunkan biomassa dan kebutuhan pakan harian.
- Bandingkan FCR setiap siklus; FCR 1,2–1,5 masih wajar, di atas 1,8 berarti ada pemborosan.
Manajemen pakan di kolam terpal bukan soal memberi sebanyak mungkin, melainkan memberi tepat jumlah, tepat waktu, dan didukung kualitas air yang stabil. Dengan pencatatan rutin, pakan apung, aerasi memadai, dan penyesuaian dosis terhadap biomassa, biaya pakan bisa ditekan 15–25% tanpa mengorbankan pertumbuhan ikan.